LEARN / ARTICLE

Masa Depan Belajar Itu Dimulai dari Udara Sehat: Begini Cara ISMILE Melakukannya.


WRITTEN BY

Nafas Indonesia

PUBLISHED

01/10/2026

LANGUAGE

EN / ID

English / Indonesia


Seiring dengan tingginya tingkat polusi udara yang terus dialami Jakarta dan banyak kota lainnya di Indonesia, sekolah-sekolah mencari cara untuk lebih memahami dan mengelola kualitas udara yang dihirup oleh para siswanya.

Di ISMILE Family of Schools, langkah tersebut dimulai dengan pengukuran.

ISMILE dan ISHINE telah bermitra dengan Clean Air Zone by Nafas sebagai mitra kualitas udara di enam sekolah yang berlokasi di Permata Hijau, Menteng, Kelapa Gading, Pantai Indah Kapuk, Pangeran Antasari, dan Bandung.

Melalui kemitraan ini, sekolah-sekolah mendapatkan akses ke pendekatan komprehensif untuk pengelolaan kualitas udara dalam ruang – mulai dari pemantauan dan pelaporan hingga solusi udara bersih dan edukasi yang ditujukan bagi orang tua. Tujuannya adalah membantu sekolah memahami kondisi lingkungan dalam ruang dengan lebih baik dan mengambil langkah berdasarkan informasi yang akurat untuk mendukung lingkungan yang lebih sehat bagi anak-anak untuk belajar, bermain, dan tumbuh.

Apa yang Ditunjukkan oleh Data

Pada Agustus 2025, data gabungan dari sekolah-sekolah ISMILE menunjukkan bahwa rata-rata konsentrasi PM2.5 di luar ruangan mencapai 36 µg/m³.

PM2.5 merupakan partikel halus yang berukuran cukup kecil untuk menembus jauh ke dalam sistem pernapasan. Paparan PM2.5 dikaitkan dengan berbagai dampak kesehatan, termasuk penyakit pernapasan dan kardiovaskular. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar rata-rata konsentrasi PM2.5 selama 24 jam tidak melebihi 15 µg/m³.

Namun, di dalam lingkungan sekolah, rata-rata konsentrasi PM2.5 tercatat sebesar 8 µg/m³ – sekitar 78% lebih rendah dibandingkan konsentrasi di luar ruangan.

Perbedaan ini cukup signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas udara di dalam ruangan dapat sangat berbeda dari udara di luar, sekaligus menegaskan pentingnya melakukan pengukuran kualitas udara dalam ruangan, bukan hanya mengandalkan kondisi udara di luar.

Dengan lebih dari 800 siswa di seluruh jaringan ISMILE Family of Schools, pengelolaan lingkungan dalam ruangan menjadi bagian penting dalam menciptakan ruang yang mendukung anak-anak untuk belajar, bermain, dan berkembang.

Dari Pengukuran Menjadi Aksi

Kualitas udara dalam ruangan yang baik dimulai dengan mengetahui apa yang terkandung di dalam udara.

Pemantauan kualitas udara dapat membantu sekolah mengidentifikasi perubahan kualitas udara, memahami pola dari waktu ke waktu, serta mengevaluasi apakah langkah-langkah yang diambil untuk meningkatkan kualitas udara dalam ruangan telah memberikan hasil yang diharapkan.

Di sinilah Clean Air Zone by Nafas berperan.

Melalui pemantauan kualitas udara dalam ruangan secara real-time, analisis data, dan solusi manajemen kualitas udara, Clean Air Zone membantu sekolah memahami kondisi udara di lingkungan dalam ruangan mereka serta mengidentifikasi peluang untuk meningkatkannya.

Bagi sekolah, hal ini membuka peluang untuk menjadikan kualitas udara dalam ruangan sebagai bagian dari lingkungan belajar yang dapat diukur, bersama dengan berbagai faktor lain yang berkontribusi terhadap kesejahteraan dan perkembangan anak.

Menciptakan Lingkungan Belajar yang Lebih Sehat

Bagi ISMILE, kemitraan dengan Nafas bukan sekadar tentang mengukur kualitas udara. Lebih dari itu, kemitraan ini bertujuan untuk membuat kualitas udara dalam ruangan menjadi sesuatu yang terlihat, mudah dipahami, dan dapat ditindaklanjuti oleh seluruh komunitas sekolah.

Dengan menggabungkan data real-time, manajemen kualitas udara, dan edukasi, sekolah dapat mengambil pendekatan yang lebih tepat berdasarkan informasi dalam mengelola lingkungan tempat anak-anak menghabiskan sebagian besar waktu mereka.