LEARN / BLOG

Bagaimana Kualitas Udara di Sekolah Mempengaruhi Belajar Si Kecil


WRITTEN BY

Nafas Indonesia

PUBLISHED

30/12/2025

LANGUAGE

EN / ID

English / Indonesia


Orang tua, guru, dan pimpinan sekolah menginginkan hal yang sama: hari sekolah yang membantu anak-anak belajar dengan baik dan merasa nyaman. Kita sering memperhatikan ruang kelas, fasilitas, guru, dan kurikulum. Namun ada satu elemen lain yang diam-diam membentuk setiap proses belajar: udara yang dihirup siswa.

Apa itu PM2.5 dan mengapa penting?

PM2.5 adalah partikel sangat kecil di udara, saking kecilnya hingga tidak terlihat oleh mata. Pada banyak hari yang terasa “normal”, partikel ini masuk ke dalam ruangan melalui pintu dan jendela, lalu bercampur dengan debu dari aktivitas sehari-hari di kelas. Dalam beberapa jam, kondisi ini dapat membuat siswa lebih sulit berkonsentrasi, lebih cepat merasa lelah, dan kurang nyaman saat belajar. Pedoman kesehatan menetapkan ambang yang sangat rendah, yaitu rata-rata tahunan PM2.5 sebesar 5 µg/m³, karena bahkan peningkatan kecil dapat berdampak jika terjadi terus-menerus dari waktu ke waktu.

Penelitian membuktikan

  • Ketika PM2.5 meningkat, performa ujian menurun. Sebuah studi nasional pada ujian kelulusan di Finlandia menemukan bahwa peningkatan PM2.5 dalam jangka pendek menurunkan nilai, terutama pada mata pelajaran matematika. Ini menjadi bukti nyata bahwa partikel polusi dapat menurunkan hasil belajar.
  • Membersihkan udara membantu. Setelah kebocoran gas Aliso Canyon di Los Angeles, ruang kelas dilengkapi dengan penyaring udara portabel. Peneliti mencatat peningkatan nilai ujian sebesar 0,1–0,2σ setelah polusi udara dalam ruangan menurun, artinya udara yang lebih bersih menghasilkan hasil belajar yang lebih baik.
  • Ruang kelas nyata, penurunan nyata. Uji coba acak silang di sekolah dasar wilayah Los Angeles County menunjukkan bahwa penggunaan alat HEPA menurunkan PM2.5 di ruang kelas sekitar 40% sepanjang tahun ajaran dan mengurangi masuknya partikel dari udara luar.
  • Ruang kelas sering “mewarisi” udara luar. Pemantauan di banyak sekolah di Inggris (SAMHE, sekitar 490 sekolah, 2023–2024) menemukan bahwa PM2.5 di dalam kelas sangat mengikuti tingkat PM2.5 di luar ruangan. Artinya, hari-hari dengan polusi “biasa” di luar sering kali menjadi hari dengan polusi “biasa” juga di dalam kelas jika tidak ada tindakan.

Bagaimana PM2.5 dapat memengaruhi otak

Pendekatan kesehatan preventif (misalnya oleh Peter Attia) menyoroti mekanisme seperti peradangan saraf dan stres oksidatif sebagai cara PM2.5 dapat memengaruhi otak. Pandangan ini sejalan dengan berbagai tinjauan ilmiah yang menunjukkan bahwa PM2.5 dapat memicu jalur peradangan di otak, stres oksidatif, serta perubahan neurobiologis yang berkaitan dengan fungsi kognitif.

Bagaimana dengan kehadiran dan nilai akademik?

Kehadiran: Berbagai studi mengaitkan tingkat PM2.5 yang lebih tinggi dengan meningkatnya ketidakhadiran siswa di sekolah, termasuk studi panel pada anak sekolah (2018) dan analisis multi-tahun di sekolah internasional yang terpapar polusi berat.

Perspektif WHO: Laporan WHO tahun 2018 tentang polusi udara dan kesehatan anak merangkum bukti bahwa paparan polusi merugikan kesehatan dan perkembangan anak (termasuk partisipasi dan performa di sekolah), menegaskan pentingnya mengurangi PM2.5 selama jam sekolah.

Intinya, di berbagai negara dan metode penelitian, polanya konsisten: udara yang lebih bersih mendukung pikiran yang lebih jernih, energi yang lebih stabil, dan partisipasi belajar yang lebih baik.

Apa yang bisa dicapai dengan PM2.5 yang lebih rendah bagi siswa dan guru

Fokus yang lebih kuat (lebih sedikit “kabut mental” saat pelajaran dan ujian). Bukti menunjukkan nilai matematika sangat sensitif terhadap lonjakan PM2.5.

Lebih sedikit rasa lelah. Ketika PM2.5 menurun di ruang kelas nyata (melalui HEPA), siswa merasa lebih baik dan menunjukkan performa yang lebih konsisten sepanjang hari.

Alur mengajar yang lebih lancar. Udara yang lebih bersih dikaitkan dengan peningkatan capaian belajar setelah filtrasi, yang berarti lebih banyak waktu efektif untuk belajar.

Persamaan kesehatan yang utuh

Makanan, tidur, dan aktivitas fisik itu penting. Tambahkan udara yang baik, maka semuanya dapat bekerja lebih optimal. PM2.5 memang tak terlihat, tetapi dapat dikelola. Saat sekolah mengukurnya dan mengambil langkah-langkah sederhana, hari belajar berubah dari “baik di pagi hari, berkabut di siang hari” menjadi stabil sepanjang hari.